Profile

Join date: Oct 11, 2022

About

Tempat Monumental Jakarta Yang Harus Kamu Datangi


Baik Anda pengunjung pertama kalinya atau lokal, ada suatu hal yang menarik mengenai berkunjung icon dan landmark Jakarta. Ingin tahu apa mereka? Berikut daftar landmark terpopuler dengan nilai riwayat di Jakarta.


Ibukota Indonesia ini sebagai salah satunya kota tersibuk di dunia. Aktif, kosmopolitan, semangat dan kekinian, Jakarta diberkahi dengan peninggalan riwayat dan budaya yang hebat yang hendak membahagiakan semua pelancong.


Baik Anda pengunjung pertama kalinya atau lokal, ada suatu hal yang menarik mengenai berkunjung icon dan landmark Jakarta. Ingin tahu apa mereka? Berikut dari situs https://www.libur.co daftar landmark terpopuler dengan nilai riwayat di Jakarta.


Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional (Bahasa Indonesia: Monumen Nasional, dipersingkat Monas) ialah obelisk 132 m (433 kaki) di tengah-tengah Lapangan Merdeka, Jakarta Pusat, menyimbolkan perjuangan untuk Indonesia. Ini ialah monumen nasional Republik Indonesia, dibuat untuk mengingati perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Dokumen asli Proklamasi Kemerdekaan diletakkan dalam kotak kaca dalam pintu emas perunggu. Disebelah barat dinding sisi dalam. Pintu teknisi perunggu seberat 4 ton dan dilapis dengan daun emas berhiaskan gambar bunga Wijaya Kusuma, menyimbolkan keabadian, dan bunga teratai, menyimbolkan kesucian.


Pintu-pintu yang dikenali sebagai Gerbang Kemerdekaan dibuka perlahan-lahan saat lagu Nasionalis Kepadamu Negeri diputar dituruti dengan rekaman Sukarno membaca text Proklamasi. Sebelumnya disebelah timur dikibarkan bendera Indonesia yang paling suci, Si Saka Merah Putih, yang aslinya dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Tetapi, karena ringkih dan pada keadaan jelek, tak lagi dikibarkan. Pada upacara Hari Kemerdekaan.


Monumen Proklamasi

Monumen Proklamasi ialah monumen peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di kompleks Taman Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Monumen Proklamasi berada di sisa tempat tinggal Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56. Di dalam rumah berikut text Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan pertama kalinya oleh Presiden Soekarno di tanggal 17 Agustus 1945 di tempat tinggal Soekarno. Rumah monumental yang dahulu disebutkan Gedung Proklamasi ini tidak ada semenjak tahun 1960-an.


Di kompleks taman ini ada monumen dua patung besar Soekarno-Hatta yang berdiri bersebelahan, serupa dengan dokumentasi photo saat text proklamasi pertama kalinya dibacakan. Di tengah-tengah ke-2 patung proklamator ada patung text proklamasi yang dibuat dari lurusan batu marmer hitam, dengan formasi dan wujud tulisan yang serupa dengan text asli yang diketik.


Museum Pendefinisian Dokumen Proklamasi

Museum Pendefinisian Dokumen Proklamasi berada di Jalan Imam Bonjol 1, Menteng, Jakarta. Pada periode wargaan Jepang, jalan ini disebutkan Jalan Meiji Dori. Saat sebelum jadi museum, gedung ini sebagai tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda. Ia ialah seorang perwira tinggi di Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda sepanjang Perang Pasifik.


Laksamana Muda Tadashi Maeda sendiri sebagai figur yang berperanan penting dalam kemerdekaan Indonesia, di mana dia meluluskan tempat tinggalnya dijadikan tempat pendefinisian text proklamasi Indonesia. Sebelumnya terakhir disahkan sebagai Museum Proklamasi, gedung ini sudah seringkali alami peralihan peranan. Pada akhirnya di tanggal 26 Maret 1987 gedung ini diberikan ke Direktorat Permuseuman dan dipakai sebagai Museum Pendefinisian Dokumen Proklamasi.

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta dikenal juga sebagai Kota Tua Jakarta ialah lingkungan yang terbagi dalam pusat perkotaan asli Jakarta, Indonesia sepanjang Oud Batavia (Bahasa Belanda untuk Batavia Lama). Website ini berisi susunan berpenampilan Belanda yang mayoritas datang dari era ke-17 saat kota dermaga itu berperan sebagai basis besar VOC di Asia sepanjang masa keemasan perdagangan rempah-rempah.


Tempat ini menghampar 1,3 km persegi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Teritori pusat perkotaan Glodok yang mayoritas warganya Tionghoa ialah sisi dari Kota Tua. Sekarang ini, banyak bangunan dan arsitektur monumental yang masih ada terus lebih buruk, tapi beberapa bangunan tua sudah dibalikkan ke kemasyhurannya. Tetapi, masih banyak keinginan untuk mengembalikan teritori itu, khususnya dengan kontribusi dari beragam organisasi nirlaba, instansi swasta, dan pemerintahan, semua mengambil langkah ke piring untuk meremajakan peninggalan Jakarta Lama.


Museum Fatahillah

Museum Fatahillah berada di sisa Balai Kota yang berada pada bagian lama kota yang saat ini dikenali sebagai Jakarta Kota, beberapa ratus mtr. ada di belakang dermaga dan gudang Sunda Kelapa. Awalannya disebutkan Stadhuis, gedung ini ialah kantor pusat administrasi Perusahaan Hindia Timur Belanda, dan Pemerintahan Belanda. Sekarang ini, museum ini tampilkan riwayat Jakarta dari jaman prasejarah sampai berdirinya kota Jayakarta.


Dermaga Sunda Kelapa

Supremasi Belanda atas Jakarta dan semua Indonesia diawali dari wilayah ini, dan beberapa sisa Kasteel Batavia, benteng tua dan pos perdagangan Perusahaan Hindia Belanda masih bisa disaksikan sekarang ini. Sunda Kelapa sekarang ini sebagai pelabuhan nelayan dan dermaga antara pulau. Teritori dermaga berumur 500 tahun ini sebagai penyambung penting ke pasar dunia luar untuk kerajaan Pajajaran era ke-15. Dahulunya ialah kota dermaga Sunda Kelapa tempat orang Portugis berdagang dengan Kerajaan Hindu Pajajaran di awal era ke-16. Mulai sejak itu dermaga ini jadi punya Portugis dan Belanda.

Mushola Istiqlal

Mushola Istiqlal di Jakarta, Indonesia ialah mushola paling besar di Asia Tenggara dan mushola paling besar ke enam di dunia dalam soal kemampuan jemaah. Dibuat untuk mengingati kemerdekaan Indonesia, mushola nasional Indonesia ini dinamakan "Istiqlal", sebuah kata dengan bahasa Arab untuk "kemerdekaan". Mushola ini dibuka untuk umum di tanggal 22 Februari 1978. Di Jakarta, mushola ini berada di samping Lapangan Merdeka dan Katedral Jakarta dan Gereja Immanuel.

Mushola ini mempunyai tujuh pintu masuk, dan ke-7 pintu gerbang itu dinamakan Al-Asmaul-Husna, nama Tuhan dalam Islam. Angka tujuh menyimbolkan Tujuh Langit dalam kosmologi Islam. Bangunan aula khusus berwujud segi panjang tertutupi oleh kubah bundar tengah dengan diameter 45 m: angka 45 menyimbolkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Lantai khusus dan empat tingkat podium jadi lima lantai: angka 5 menyimbolkan Rukun Islam dan Pancasila.


Katedral Jakarta

Katedral Jakarta ialah sebuah katedral Katolik Roma di Jakarta, Indonesia, nama resminya dengan bahasa Inggris ialah The Church of Our Lady of the Assumption). Katedral sekarang ini ditahbiskan di tahun 1901 dan dibuat dengan style neo-Gothic, style arsitektur umum untuk membuat gereja di saat itu. Katedral Jakarta berada di Jakarta Pusat dekat Lapangan Merdeka dan Istana Merdeka, pas di muka katedral berdiri Mushola Istiqlal.


Ada tiga menara khusus di Katedral Jakarta: dua yang paling tinggi memiliki ukuran 60 mtr. dan berada di muka tiap segi portal. Menara utara disebutkan Turris Davidica, atau Menara Daud—judul kebaktian Maria yang menyimbolkan Maria sebagai tempat pelindungan dan perlindungan dari kuasa kegelapan. Menara selatan, dengan tinggi 60 mtr., disebutkan Menara Gading, yang putih dan murni gading memvisualisasikan kemurnian Perawan Maria.

Bangunan ini terdiri dari 2 lantai, lantai atas bisa diraih dari tangga di menara utara. Awalannya, lantai dua dipakai untuk tempat gabungan suara sepanjang misa, tapi karena katedralnya cukup tua, ada kekuatiran jika bangunan itu tidak bisa meredam terlampau beberapa orang di lantai atas. Sekarang ini, lantai atas berperan sebagai Museum Katedral Jakarta, yang memuat warisan ritus Katolik, seperti piala perak, topi dan jubah Hindia Belanda dan uskup agung dan kardinal Indonesia. Museum ini tampilkan riwayat Katolik Roma di Indonesia.


Gedung Arsip Nasional

Gedung Arsip Nasional ialah gedung Museum Pemerintahan di Jakarta, Indonesia. Bangunan yang dahulunya sebagai tempat tinggal individu Gubernur Jenderal Reinier de Klerk di akhir era ke-18 ini sebagai sisi dari peninggalan budaya Jakarta. Rumah itu ialah rumah berpenampilan Hindia skema dasar dari masa paling dahulu.


Sekarang, gedung itu diatur oleh yayasan tanpa kontribusi dari pemerintahan dan dipakai sebagai tempat pameran. Taman ini membuka start pukul 06.00 sampai 18.00. Tamannya yang demikian cantik membuat masyarakat sekitaran dibawa untuk manfaatkan taman itu sebagai sarana umum atau kerap dipakai untuk pesta pernikahan.


Taman Mini Indonesia Cantik

Taman Mini Indonesia Cantik (dipersingkat TMII) atau Beautiful Indonesia

Mini Park dengan bahasa Inggris, ialah sebuah teritori wisata berbasiskan budaya yang berada di Jakarta Timur, Indonesia.

Taman ini sebagai skenario budaya Indonesia, dengan sebagian besar faktor kehidupan setiap hari di provinsi-provinsi Indonesia dibungkus dalam paviliun terpisah dengan koleksi rumah tradisionil sebagai contoh arsitektur vernakular Indonesia, baju, tarian dan adat semua dilukiskan tanpa cela seperti Objek Wisata di Ungaran. Taman ini khususnya memperlihatkan budaya fisik bangsa. Di tanggal 31 Desember 2014, Komite Perdamaian Dunia putuskan TMII sebagai Taman Peradaban Internasional dan Taman Selingan Perdamaian Dunia.


Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia ialah museum arkeologi, riwayat, etnologi, dan geografis yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pas disebelah barat Lapangan Merdeka. Dikenali sebagai Museum Gajah sesudah patung gajah di halaman mukanya. Koleksinya yang luas meliputi semua daerah Indonesia dan sebagian besar sejarahnya. Museum sudah berusaha melestarikan peninggalan Indonesia sepanjang dua era.

Museum ini dipandang seperti salah satunya yang terkomplet dan terbaik di Indonesia, dan salah satunya museum terbaik di Asia Tenggara. Museum ini sudah melestarikan sekitaran 141.000 benda, dimulai dari artefak prasejarah sampai arkeologi, numismatik, keramik, etnografi, riwayat, dan koleksi geografi. Ini mempunyai koleksi komplet patung batu masa Hindu-Budha classic Jawa dan Sumatra kuno, dan koleksi keramik Asia yang lumayan luas.

Monumen Pancasila Sakti

Monumen ini dibuat di atas tempat selebar 14,6 hektar, atas prakarsa Presiden kedua Republik Indonesia, Suharto. Dibuat untuk kenang kembali perjuangan beberapa Pahlawan Revolusi yang berusaha menjaga ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari teror ideologi komunis di tahun 1965.


Monumen ini berada di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Saat sebelum jadi museum riwayat, tempat ini sebagai tempat kosong atau taman yang dijadikan tempat pembuangan akhir beberapa korban Pergerakan 30 September 1965 (G30S). Di area kebun yang kosong, ada lubang sumur tua sedalam 12 mtr. yang dipakai untuk buang mayat korban G30S. Sumur tua dengan diameter 75 cm.

  • Facebook
  • Instagram
C
CodyAyhner

CodyAyhner

More actions