Profile

Join date: Sep 24, 2022

About

12 Bangunan Monumental di Johor Bahru Malaysia



Tiap wilayah mempunyai narasi dari riwayat masa lampau yang asyik untuk diketaui walaupun cuma untuk sekedar menambahkan pengetahuan. DI Indonesia saja, sebagian besar wilayah mempunyai kekhasan ceritanya masing-masing. Begitu halnya Malaysia sebagai tetangga ini, rupanya banyak memiliki bangunan monumental dengan seribu cerita periode lalunya. Berikut 12 bangunan monumental di Johor, Malaysia.


1. Mushola Sultan Abu Bakar

Bangunan ini sebagai salah satunya mushola yang populer di Johor Bahru. Mushola ini dibangun dan disahkan oleh Sultan Ibrahim Ibni di tahun 1900 dengan ambil nama dari Sultan Abu Bakar Daeng Ibrahim. Wisata Candi yang besar dan istimewa ini mempunyai 4 menara pada tiap segi masjidnya. Mushola besar ini sanggup memuat sampai 3.000 kaum muslim didalamnya.


2. Istana Bukit Serene

Bangunan monumental di Johor yang lain yang dapat didatangi ialah Istana Bukit Serene ini. Bukit ini sebuah istana raja dan tempat tinggal resminya yang dibuat oleh Sultan Johor semenjak tahun 1998. Di bagian taman dari bukit ini sebagai tempat terlaksananya upacara diraja. Di sekitar bukit ini ada juga Angkatan Tentera Johor yang bekerja membuat perlindungan istana ini. Beberapa pengunjung tentu saja tidak dapat masuk istana ini dan cuma dapat nikmati bangunan ini di luar dan bisa juga disaksikan dari Danga Bay.


3. Bangunan Sultan Ibrahim

Bangunan ini dahulunya sebagai pusat pemerintah Johor yang sekarang berbeda peranan jadi bangunan monumental yang mempunyai daya magnetnya sendiri untuk banyak wisatawan. Design arsitektur dari bangunan ini sebagai hasil penyatuan dari beberapa seni, yaitu seni bina kesultanan Johor dan Islami pada bagian sisi dalam gedung dan penjajahan pada segi luar bangunan. Bangunan ini dibuat di tahun 1940 dengan arah pengimbangan dan penggabungan mekanisme administrasi negeri. Bangunan ini mempunyai segi riwayat lain, yaitu pernah jadi benteng pertahanan di periode Perang Dunia II.


4. Muzium Kota Tinggi

Museum ini termasuk juga pada salah satunya bangunan monumental di Johor. Bangunan ini ada di wilayah Koto Tinggi karena di wilayah berikut sebagai pertama kali takhta pemerintah Johor lama sampai sekarang ini. Didalamnya simpan riwayat negeri Johor Darul Takzim dari 4 periode riwayat. Pengunjung yang masuk meuseum ini bisa rasakan situasi di jaman Kesultanan Johor Lama karena di tiap lukisan kanvas banyak bercerita kehidupan orang di jaman dulu. Disamping itu dalam museum ini memperlihatkan perlengkapan senjata dan muzik yang dipakai pada jaman dulu, bahan warisan tembikar lama dan beragam benda warisan riwayat yang lain.


5. Muzium Peninggalan Tiong Hua

Sesuai namanya, museum ini dibina oleh Persekutuan Tiong Hua di Johor Bahru yang berada di Jalan Ibrahim. Museum ini dibuka di tahun 2009 dengan koleksi yang dipunyai berbentuk 300 benda koleksi lama dan 1000 document monumental. Museum ini memperlihatkan mengenai riwayat perubahan warga Cina di Johor. Beberapa pameran yang dapat disaksikan saat berkunjung museum ini ialah mengenai kebudayaan warga Tiong Hua dimulai dari tengah era ke-19 sampai saat ini, beragam kesenian musik Tiong Hoa dan riwayat kehadirannya.


6. Muzium Diraja Abu Bakar

Bangunan museum berpenampilan arsitektur renaisans ini usai dibuat oleh almarhum Sultan Abu Bakar di tahun 1866 di mana bangunan ini dikenal juga sebagai Istana Agung Johor. Bangunan ini dibuat di bawah pemantauan seorang arsitek bernegara Eropa. Perlengkapan yang ada dalam museum ini dihadirkan dari Inggris hingga beberapa pengunjung dapat rasakan kehidupan keluarga kerajaan di jaman dulu. Perlengkapan yang ada dalam bangunan museum ini berbentuk perhiasan, beberapa barang perak, beberapa foto keluarga kerajaan di periode pemerintaha Sultan Abu Bakar sampai souvenir.


7. Geleri Seni Johor

Bangunan monumental di Johor selanjutnya ialah galeri seni ini. Bangunan dari galeri seni ini dibuat di tahun 1910 yang berada di Jalan Petrie. Bangunan ini dulunya sebagai tempat tinggal Dato' Abdullah Jaafar, beliau dahulunya ialah Menteri Besar Johor ke-3 dan sempat jadi basis untuk tentara Jepang. Pada akhirannya, bangunan ini diatur oleh Ddinas pengajaran disitu untuk jadi galeri seni karena design arsitekturnya yang mengagumkan. Pengunjung yang tiba ke galeri seni ini daat nikmati tiap lukisan yang ditampilkan.


8. Muzium Nenas

Johor sebagai salah satunya produsen produk nenas di Malaysia yang menjadi satu diantara bangunan monumental disitu. Museum dengan bangunan dua lantai ini menyajikan beragam hal yang terkait dengan riwayat dan tehnik yang berperanan dalam perkembangan industri nenas di Malaysia. Semua info mengenai nenas ada di sini dan ada koleksi dari nenas yang sudah dilestarikan. Selainnya ketahui dan menyaksikan alat yang dipakai untuk menanam dan memetik nenas di jaman dulu, pengunjung bisa juga beli dan nikmati nenas disitu.


9. Muzium Bugis

Museum Bugis ini berada di wilayah Pontian, Johor. Museum ini sebagai punya individu yang diatur dengan seorang bekas karyawan di Johor Heritage Foundation, yaitu Encik Abdulullah Ahmad. Lokasi Benteng Indra Patra yang ada di sini ini terang memperlihatkan mengenai riwayat dan peninggalan Bugis, tetapi ada juga koleksi dari peninggalan Melayu lama yang sekarang ini tidak kembali banyak dikenali oleh angkatan muda.


10. Muzium Layang-Layang Pasir Gudang

Museum ini sebagai museum pertama di Malaysia yang memperlihatkan beragam jenis kolekasi dan bahan yang terkait dengan layang-layang dan proses pembikinannya. Dalam museum ini ada koleksi dari Wau dan layang-layang dari luar serta dalam negeri, dimulai dari koleksi Wau tradisionil sampai layang-layang kekinian. Museum ini telah diatur semenjak 9 Februari 2002 di saat Karnival Layang-Layang Pasir Gudang yang ketujuh. Koleksi Wau dan layangan yang dipunyai oleh museum ini ada sekitaran 200 tipe Wau dan layangan yang sebagiannya diperolah dari bantuan.


11. Pusara Sultan Mahmud Mangkat Dijulang

Pusara dari Sultan Mahmud ini jadi sisi dari bangunan monumental disitu. Bagunan pusara ini berada di Kota Tinggi yang berdekatan dengan Mushola Daerah Pusara dan Sungai Kota Tinggi. Ceritanya, Sultan Mahmud dibunuh oleh Megat Seri Rama saat beliau akan melakukan shalat jum`at di mushola.


12. Muzium Nelayan Tanjung Balau

Museum ini berada di wilayah Kota Tinggi, Johor yang mengundang pengunjung untuk pelajari beragam subyek geografi. Museum ini bercerita mengenai riwayat lama beberapa nelayan dan memperlihatkan semua bahan dan perlengkapan tradisionil zaman dahulu yang dipakai nelayan untuk tangkap ikan seperti bubu, bot lama, pukat dan beragam perlengkapan yang lain. Sebagai daya magnet pengunjung di sini ialah sebuah bangkai kapal yang diketemukan di tahun 1800 lalu.

  • Facebook
  • Instagram
F
Francis Walker

Francis Walker

More actions